RagamDataStatistik & Riset Data

Tool statistik

Kalkulator Korelasi

Masukkan dua daftar angka untuk menghitung korelasi Pearson dan panduan interpretasi awal.

Pearson r

0,9972

n

5

p-value

0,0002

Panduan awal

Hubungan sangat kuat dengan arah positif.

Hasil dari kalkulator ini bersifat bantuan perhitungan awal. Interpretasi akhir tetap perlu mempertimbangkan desain penelitian, kualitas data, asumsi statistik, dan konteks riset.

Cara menggunakan

  1. Masukkan angka X dipisahkan koma, spasi, atau baris baru.
  2. Masukkan angka Y dengan jumlah data yang sama.
  3. Pastikan urutan data X dan Y berpasangan.
  4. Baca r, p-value, dan arah hubungan.

Cara membaca hasil

Nilai r mendekati 1 berarti hubungan positif kuat, mendekati -1 berarti hubungan negatif kuat, dan mendekati 0 berarti hubungan linear lemah.

Kesalahan umum

  • Menyimpulkan sebab-akibat dari korelasi.
  • Memakai data berpasangan yang urutannya tidak sesuai.
  • Mengabaikan outlier dan bentuk hubungan non-linear.

Contoh interpretasi

Contoh: r = 0,72 menunjukkan hubungan positif kuat. Jika p-value < 0,05, hubungan linear tersebut signifikan secara statistik pada alpha 5%.

Apa yang dihitung kalkulator korelasi ini?+
Tool ini menghitung korelasi Pearson r dari dua daftar angka dengan panjang yang sama.
Apakah korelasi berarti sebab-akibat?+
Tidak. Korelasi menunjukkan hubungan linear, bukan bukti sebab-akibat.
Apakah data harus normal?+
Untuk interpretasi inferensial, asumsi dan jenis data tetap perlu dicek. Jika tidak sesuai, metode lain mungkin lebih tepat.