RagamDataStatistik & Riset Data

Tool statistik

Tabel F

Masukkan df pembilang, df penyebut, dan alpha untuk mendapatkan nilai F kritis.

Nilai F kritis

3,3541

df1 = 2, df2 = 27. Bandingkan F hitung dengan nilai kritis ini. Jika F hitung lebih besar, hasil melewati batas statistik pada alpha yang dipilih.

Hasil dari kalkulator ini bersifat bantuan perhitungan awal. Interpretasi akhir tetap perlu mempertimbangkan desain penelitian, kualitas data, asumsi statistik, dan konteks riset.

Cara menggunakan

  1. Masukkan df1 atau derajat bebas pembilang.
  2. Masukkan df2 atau derajat bebas penyebut.
  3. Pilih alpha sesuai pengujian.
  4. Bandingkan F hitung dengan F kritis.

Cara membaca hasil

Jika F hitung lebih besar dari F kritis, model atau kelompok yang diuji melewati batas statistik pada alpha tersebut.

Kesalahan umum

  • Menukar df pembilang dan df penyebut.
  • Memakai F tabel tanpa mengecek desain ANOVA atau regresi.
  • Mengabaikan asumsi residual dan varians.

Contoh interpretasi

Contoh: df1 = 2, df2 = 27, alpha 0,05 menghasilkan F kritis sekitar 3,35. Jika F hitung = 4,10, uji simultan melewati batas statistik awal.

Apa itu F tabel?+
F tabel adalah nilai kritis dari distribusi F, umum dipakai pada ANOVA dan uji simultan model regresi.
Apa beda df1 dan df2?+
df1 adalah derajat bebas pembilang, sedangkan df2 adalah derajat bebas penyebut atau error.
Apakah F tabel cukup untuk membaca regresi?+
Tidak. Regresi juga perlu membaca koefisien, t-test, R-square, asumsi, dan konteks model.