Tool statistik
Kalkulator Uji T
Hitung t-statistic, df, dan p-value two-tail dari input ringkasan data.
t-statistic
2,2822
df
29,00
p-value two-tail
0,03
Panduan awal
p-value < 0,05. Ada indikasi beda/signifikansi statistik.
Hasil dari kalkulator ini bersifat bantuan perhitungan awal. Interpretasi akhir tetap perlu mempertimbangkan desain penelitian, kualitas data, asumsi statistik, dan konteks riset.
Cara menggunakan
- Pilih jenis uji t.
- Masukkan mean, standar deviasi, dan n.
- Baca t-statistic, df, dan p-value.
- Cek apakah desain data memang cocok untuk uji t.
Cara membaca hasil
Jika p-value lebih kecil dari alpha, ada indikasi signifikansi statistik. Namun interpretasi tetap perlu melihat arah, effect size, asumsi, dan konteks riset.
Kesalahan umum
- Memakai independent t-test untuk data berpasangan.
- Memakai ringkasan SD yang salah.
- Mengabaikan normalitas, outlier, atau ukuran sampel.
Contoh interpretasi
Contoh: p-value = 0,032 pada alpha 0,05 menunjukkan perbedaan rata-rata signifikan secara statistik, tetapi arah dan konteks penelitian tetap harus dijelaskan.
Apa jenis uji t yang tersedia?+
Tool ini menyediakan one-sample, independent t-test dengan pendekatan Welch, dan paired t-test.
Apakah hasil ini sama persis dengan SPSS?+
Untuk input ringkasan yang sama, hasil dapat sangat dekat. Namun output SPSS juga perlu dibaca bersama asumsi, desain data, dan pilihan equal variance.
Apakah p-value kecil berarti hipotesis otomatis tepat?+
Tidak. p-value membantu keputusan statistik, tetapi interpretasi akhir tetap melihat desain penelitian, teori, dan kualitas data.